Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

" Surat untuk mantan kekasih "

Aku rasa. Ini adalah yang banyak dibilang orang lain yang bernama titik jenuh. Mungkin, hari ini aku akan mengakhiri semuanya. Semua penantian yang tak membahagiakan. Dua tahun lalu aku sudah terlalu bodoh. Memutuskan untuk menunggu kamu kembali, padahal aku tahu itu tidak mungkin. Bahkan hingga saat ini pun, itu tidak akan terjadi. Jenuh ini, perih ini dan rasa sakit ini, menahan segala kerinduan. Hati seperti tak kuat lagi menampungnya. Andai kamu tahu dengan semua perasaan ini. Sayangnya kamu gak pernah mau tahu dengan semua yang aku rasa. Jika rindu bisa di uang-kan. Mungkin aku sudah jadi jutawan paling kaya di dunia ini ! Sebab, rindu ini sudah menggunung, melebihi gunung tertinggi di dunia. Aku jenuh menunggu kamu sendirian, disini. Di tempat dimana kamu pernah meninggalkanku sendiri. Aku perih setiap kali aku berusaha meyakinkan diri ini tentang kamu, kalau kamu sudah berlalu seperti angin. Aku sakit disaat aku mengenang semuanya sendiri. Kemudian aku tersada...

Doa untuk kalian "

Aku cinta mama Aku sayang mama Ingin memelukmu hingga larut Namun apalah daya ini Aku cinta papa Aku sayang papa Ingin memelukmu hingga larut Namun apalah daya ini Kita. Bukan lagi terpisah dengan jarak. Bukan juga terbatas oleh ruang dan waktu. Dunia kita yang tak lagi sama. Aku cinta mama Aku sayang papa Aku rindu kalian dengan segala canda Rambutku dibelai dengan manisnya Tak ada lagi pinta Tak ada lagi harap Hanya berbekal doa Kuharap kita dapat di pertemukan dalam surga. -RS-

Review Film Marmut Merah Jambu

Gambar
Seperti yang sebelumnya. Kali ini gue mau review sedikit mengenai film Marmut Merah Jambu (MMJ). Seperti yang sudah diketahui MMJ ini adalah film yang di adaptasi dari bukunya Raditya Dika (lagi). Salah satu penulis yang sampai detik ini pun masih sangat meng-inspirasi gue dalam menulis. Menulis segala keresahan yang ada. Kalau ada yang bertanya, cerita nya sama atau gak kaya yang ada di buku. Jawabannya adalah Tidak Semua Sama. Buku MMJ ini kan keluarnya tahun 2010 ya, sedangkan film nya 2014. Berjalan 4 tahun, sebagai seorang yang kreatif dan mengikuti perkembangan zaman. Gue rasa Bang Dika (begitu sapaan akrabnya :p) sedikit mengubah cerita yang ada di buku. Seperti misalnya tentang pernikahan Ina, di buku seingat gue gak ada menyinggung tentang itu. Nahiya buat yang belum nonton. Film ini RECOMENDED banget buat kalian!! Gue aja ampe 2 kali nonton lohh!! 2 kali karena yang pertama kalinya gue dapet undangan premiere nya. Bwehehe. Nih gue kasih sinopsis ala gue, biar elu elu yang...

Kamu

Kamu tidak; Indah seperti senja Manis seperti gula Cantik seperti bunga. Kamu bukan senja. Lama datangnya Kemudian cepat menghilangnya. Kamu tidak seperti gula. Manis bila dirasa Kemudian menimbulkan sakit bila terus dirasa. Kamu bukan juga seperti bunga. Cantik dipandang Kemudian semakin banyak yang memandangmu, Membuatku cemburu. Dan kamu tidak seperti pelangi. Yang hanya muncul setelah hujan. Bukan juga seperti hujan. Datang setelah gerimis. Dan bukan juga seperti DIA. Yang pernah menjadi bagian dari masa lalu. Kamu adalah kamu. Bukan senja yang cepat berlalu. Bukan gula yang menimbulkan penyakit. Bukan juga dia, yang hadirnya di masa lalu. Kamu adalah kamu. Masa kini, masa depanku. Ada di pagi, siang, dan malamku. Ada setelah hujan bahkan sebelum gerimis menjemput. -RS-

Tanpa batas

Aku gak tahu benar tentang cinta Yang aku tahu aku tak ingin pisah Pisah denganmu walau hanya sebentar. Aku gak tahu benar tentang cinta Yang aku tahu aku selalu merindumu Entah pagi, siang, sore maupun malam Dimana pun aku selalu merindu. Tolong jangan meragu padaku Aku selalu mencintaimu. Jangan pernah engkau berhenti Sebab aku tak pernah berhenti memikirkanmu. Percayalah padaku mengenai rasa sayang yang mulai membanjiri setiap sudut relung hati Percayalah padaku yang tetap masih merindukanmu di setiap pagi dan malamku Aku menyayangimu tanpa batas Aku merindukanmu ada atau tak adanya engkau disampingku. -RS-

Gerimis kebahagian. (Cerpen)

Suatu hari dimana semua keindahan terasa sangat indah. Kulihat dia duduk di depanku dengan memangku laptopnya. Sesekali dia menengokku yang berada di belakangnya, kemudian Ia tersenyum. Dia melanjutkan lagi mengerjakan tugasnya di laptop yang di pangku. Sebenarnya aku cemburu pada laptop itu, aku tak ingin kekasihku itu memangku sesuatu yang lain selain diriku. Aku tahu itu hanya sebuah benda mati, yang tak bisa merasakan hangatnya saat dipangku kekasihku. Kemudian aku tersenyum karena pemikiranku yang seperti anak kecil ini. Aku masih dibelakangnya dengan memegang buku kecil yang saat ini sedang ku tulis segalanya tentang dia. Tentang dia yang selalu menatapku dengan mata yang tajam namun penuh kehangatan. Tentang dia yang menyatakan cintanya saat kita berwisata ke kebun binatang. Tentang dia yang selalu memanggilku kebo, sebab aku yang selalu susah bangun jika tertidur. Hehehe. Aku tersenyum saat membaca lembar perlembar cerita tentang aku dan dia terlukis dengan indahnya di catatan...

Rindu.

Rindu Pelukmu Candamu Aku rindu. Aku bosan Setiap kali melihat ke langit Aku selalu melukiskan kerinduanku Pada udara, pada alam, pada semesta. Aku rindu Padamu yang begitu menyebalkan Kepada kamu yang terkadang menyenangkan Dan masih padamu yang bernyanyi dengan suara sumbang. Aku rindu Menatap bintang bersamamu Menatap bulan berdampingan denganmu Menatap wajah kita masing-masing yang terbalut tali asmara. Namun sampai kapan rindu ini berbalas? Seperti halnya cinta. Akupun ingin rindu ini berbalas. Aku ingin kamu merasakan rindu yang sama. Aku ingin kita sama-sama merindu.. Pada akhirnya aku ingin rindu hanya sebatas ruang kecil yang hanya satu pintu dalam memisahkan kita. Tapi , kapan rindu menjadi seperti itu? Apa aku harus menunggu waktu yang akan mendatangkan rindu kepada kamu dan menunggu angin yang menyampaikan pesan rindumu padaku? Tapi...... kapan?! Aku rindu. -RS-

Draft 1

"Hei, udah lama?" Sapa Dewa, lelaki bertubuh sedikit tegap dengan tinggi sekitar 165cm. Tubuhnya basah dipenuhi keringat yang terus mengucur dari rambutnya. "Belum kok." Jawab seorang gadis berjilbab yang berusia 17 tahun dengan menyemburkan senyuman manisnya. "Nih. Minum." Lanjutnya sembari menyodorkan sebotol air mineral. Dewa langsung menyambar air mineral yang diberi gadis itu dan meneguknya hingga setengah botol habis. "Elu tuh ya. Emang sohib gue banget deh. Setiap gue basket selalu aja nemenin. Cewek gue aja gak ada yang kaya elu Ris." Ujar Dewa dengan membenarkan posisi duduknya di sebelah gadis tersebut. Masih memegang sebotol air yang ia teguk tadi dengan memandang teman-temannya yang sedang bermain basket di lapangan. Iya, Dewa bukan hanya berkharismatik. Tetapi ia pun juga pemain basket. "Halah ngomongin cewek! Pacar aja sekarang gak punya kan! Haha." Ledek Riris menyenggol badan Dewa, hingga Dewa hampir terjatuh. Gadis y...

Dari Ria sampai ke Cherrybelle

Terlahir dengan nama Ria Suryaningsih yang terkadang nama ini terkesan ke-desa-an karena nama belakangnya “ Ningsih “. Tapi enggak, gue enggak pernah malu atau merasa minder karena nama ini. Walaupun beberapa kali pernah sih haha. Gue tau waktu orangtua gue ngasih nama ini mereka ngasihnya pakai doa yang baik-baik. Kata nyokap nama gue ini nama yang bagus. Tapi, setiap kali gue tanya ke nyokap arti nama ini apa. Beliau Cuma jawab “ Emangnya kenapa sih ria nanya itu mulu itu mulu. Emang penting banget ria tau? Emang masalah banget gitu buat ria?” dengan berucap sambil ketawa nyokap jawab seperti itu. Sebenernya gue sih gak terlalu masalah apa arti nama gue ini. Cuma kan kata orang nama kita itu mencerminkan sikap atau perilaku orang tersebut kan? Nah, di nama gue ini kan ada nama RIA yang artinya sombong kan? Walaupun tulisannya riya’ bukan ria. Tapi, dalam ejaan kan sama. Mungkin, menurut gue sih yak, artinya juga sama aja sih. Nama Ria yang menurut gue artinya sombong itu tidak m...