Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Sore ini...

Sore ini Tak ada senja yang menghiasi langit Tak ada jingga yang mengawali perginya matahari Tak ada kekasih yang menemani minum kopi Hanya gelap Awan gelap menutupi langit biru Menutupi matahari yang bersinar Menutupi hati yang sedang berbunga-bunga Air langit mulai turun Membasahi bumi yang sedang kering Membasahi bumi yang sedang tertawa Membasahi hati yang sedang terluka Hujan membuat sore ini terasa begitu gelap Seakan menang, sebab berhasil meniadakan senja Seakan berhasil, membuat hati menjadi begitu pedih ditinggal sang kekasih.

Cinta diam-diam

Mengapa cinta hanya menjadi harap? Apa aksara tak lagi mampu menyatukan? Apa ombak tak lagi berombak? Apa harapan hanya akan menjadi sia-sia? Permasalahan ini selalu datang Inikah akibat cinta diam-diam? Tak ada lagi khayalan yang akan terwujud Apa cinta selalu berujung dengan kekecewaan? Lalu mengapa mereka bisa berbahagia karenanya? Apa Tuhan tak pernah mengijinkan engkau untuk mencintai? Atau, Tuhan tak mengijinkan aku untuk memilikinya? Lalu siapa yang salah? Langit? Sebab, langit terlalu luas untuk di jelajahi Begitu luas, hingga aku sulit untuk mencari Sebab langit terlalu jauh dari tempatku berpijak Tetapi, mengapa langit selalu menemani aku di setiap langkah ini? Aku tak mengerti Entah, siapa yang salah Mungkin aku, sebab aku hanya mencari Mencari tanpa mau menerima yang datang.

Dear Cinta :')

Pipi ku memerah mengingat kejadian malam itu. Lalu aku memegang bibir ini yang masih terasa hangat aku rasakan. Menahan rasa malu dan amarah di dada ini yang tak menentu. Ah, apa aku kotor?! Kemudian tanyaku dalam hati. Berlalu dari pertanyaan yang mulai membanjiri fikiran-ku. Aku membaringkan badan ku ke kasur. Mulai membiarkan beribu pertanyaan yang ada di otak ku begitu saja untuk mendapatkan jawabannya nanti. Walaupun aku tahu hati dan fikiran ku kali ini tak akan sejalan. I don t care! huh. Kemudian kataku lagi. Aku menghela napas panjang. Lagi-lagi aku tak bisa melupakan kejadian malam itu. Fikiran ku mulai menerawang sambil ku lihat ke langit kamar ku yang penuh dengan hiasan burung yang menggantung. Hiasan yang jadi mengingatkanku dengan seseorang. Refleks aku pun tersenyum mengingat hal-hal dimana semuanya menjadi indah. Pipiku kembali memerah menahan malu yang tak bisa ku tutupi. Mataku terpejam kembali mengingat malam itu lagi. xxx "HAHAHAHA. Oke cukup untuk malam...