Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Manusia Setengah Salmon

"Aku tuh BUKAN bisa Move On, tapi aku HARUS Move On" - Jessica. Yap. Kutipan diatas adalah sepenggal dari kutipan yang ada di Film Manusia Setengah Salmon. Setelah akhirnya tanggal 10 Oktober kemarin filmnya rilis. Gue baru nonton kemarin (30/10) bersama 3 teman gue. Untungnya belum telat gaul banget kan gue.. Jadi seperti postingan gue beberapa bulan lalu mengenai Film Cinta brontosaurus kali ini gue juga akan review mengenai film MSS (Manusia Setengah Salmon) ini. Yuk dah ah jangan basa-basi kelamaan nanti. Cek.. cek... cekibrott. Manusia Setengah Salmon film ini di adaptasi dari Bukunya Raditya Dika. Penulis sekaligus pemeran utama dalam film ini. Sekaligus penulis favorit gue :D . Gak banyak yang diubah dari buku ke film nya ini. Semua kutipan-kutipan yang ada di film MSS gak beda jauh sama yang ada di buku. Cerita yang di film juga ada di buku. Ya namanya juga di adaptasi dari buku pasti ya yang ada dibuku ada juga di film lah yak. Inti dari film ini adalah semuany...

Semoga tidak kamu lagi

Ada rasa sedih saat melihatmu bahagia. Bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia, melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu. Itu menyakitkan, seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar. Mungkin ini waktu untuk aku terpuruk. Supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan. Sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit. Namun ketahuilah sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu. Ini darahku mengalir, membawa bayang- bayangmu, mengelilingi tubuhku. Dan jantungku berdenting demi kau menari-nari di pikiranku. Ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku, yaitu karena aku mampu terima kamu apa adanya. Aku meminta ampun kepada Tuhan. Sebab aku pernah berharap kalau suatu saat, ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu. Aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi. Sebab hidup  jadi terasa bagaikan dinding yang dingin. Aku harus menjadi paku. Sebab kamu bagai lukisan dan cint...

Dulu... semuanya indah.

Senyum itu selalu menghangatkan hariku. Wajah itu selalu memberi asupan semangat untuk ku. Rasa sayang itu selalu memberikanku energi dalam menjalani semua aktivitasku. Dulu, semuanya memang terlihat seperti itu. Dulu semuanya terlihat indah, saat bersama kamu tentunya. Kini tak ada lagi senyuman yang selalu menghangatkan hari hari ku layaknya mentari. Yang ada hanya goresan luka di hati yang menganga lebar seperti danau buatan. Iya seperti danau buatan. Lebar dan cukup dalam. Luka di hati ini pun juga buatan. Dibuat oleh kamu. Dibuat lebar dan dalam. Hanya terlihat indah dari luar tapi terlihat suram dari dalam. Dulu hampir setiap hariku tak pernah ada air mata yang jatuh untuk menangisi semua sikapmu. Yang ada hanya tawa bahagia yang terlontar dari bibir tipis ini, pelukan hangat setiap kali diri ini sedang menghadapi masalah yang rumit, dan bahu-mu yang siap untuk menjadi tempatku bersandar disaat aku sedang membutuhkan tempat untuk menangis. Bukan, bukan menangis karna sikapmu. T...