Dulu... semuanya indah.

Senyum itu selalu menghangatkan hariku. Wajah itu selalu memberi asupan semangat untuk ku. Rasa sayang itu selalu memberikanku energi dalam menjalani semua aktivitasku. Dulu, semuanya memang terlihat seperti itu. Dulu semuanya terlihat indah, saat bersama kamu tentunya.

Kini tak ada lagi senyuman yang selalu menghangatkan hari hari ku layaknya mentari. Yang ada hanya goresan luka di hati yang menganga lebar seperti danau buatan. Iya seperti danau buatan. Lebar dan cukup dalam. Luka di hati ini pun juga buatan. Dibuat oleh kamu. Dibuat lebar dan dalam. Hanya terlihat indah dari luar tapi terlihat suram dari dalam.

Dulu hampir setiap hariku tak pernah ada air mata yang jatuh untuk menangisi semua sikapmu. Yang ada hanya tawa bahagia yang terlontar dari bibir tipis ini, pelukan hangat setiap kali diri ini sedang menghadapi masalah yang rumit, dan bahu-mu yang siap untuk menjadi tempatku bersandar disaat aku sedang membutuhkan tempat untuk menangis. Bukan, bukan menangis karna sikapmu. Tapi karena masalah lainnya. Ah, sial. Itu semua hanya kisah yang lalu. Kenangan saat bersama kamu. Bahagia, tanpa ada kekecewaan dan kesedihan di hari hari ku. Tapi itu lalu. Lalu dan telah berlalu.

Sekarang? Hampir setiap hari air mata ini dengan bodohnya jatuh untuk menangisi kepergianmu. Terlihat tolol memang seorang gadis menangisi mantan kekasih nya yang telah pergi dengan gadis lainnya. Menangisi seberapa bodohnya aku yang hanya bisa berdiam diri melihatmu dari kejauhan telah bergandeng tangan dengan gadis itu. Gadis, yang mungkin bisa ku bilang telah merusak semua mimpiku yang telah aku bangun bersamamu.
Ah. Secepat itukah kau melupakan ku? Meninggalkan semua mimpi dan kenangan kita? Apakah kamu tidak pernah menangisi perpisahan kita ini? Atau hanya aku saja yang bodoh untuk menangisi kepergianmu?

Andai dulu itu tak pernah terjadi mungkin sekarang aku tak akan pernah membuang airmata ku ini untuk menangisi kamu. Andai dulu kita tak pernah bertemu mungkin bibir ini masih bisa tersenyum manis tanpa paksaan. Andai dulu kamu tak pernah menciptakan kenangan yang manis pasti sekarang aku tak akan merasakan pahit seperti ini saat ditinggalkan olehmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semoga tidak kamu lagi

Hari penuh tawa

Gerimis kebahagian. (Cerpen)