Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2022

Bukan curhat! (2)

Let it flow~ Jalanin aja sebagaimana air yang mengalir. Ha! Petuah lama. Terkadang ada benarnya, kadang tidak benar. Sebab terkadang akan membuat seseorang menunggu lama. Untuk kepastian dan kejelasan hubungan dua orang yang mungkin salah satunya membuat komitmen seperti itu. Ini masih tentang kegengsian seseorang. Seorang manusia yang bertahan untuk tidak mengakui kalau dia "masih ingin". Tapi ketika ditanya dia hanya membohongi perasaannya dengan menjawab "tidak tahu". Karena apa? Gengsinya terlalu besar. Manusia ini tidak paham, suatu saat kegengsiannya bahkan egonya lah yang akan membuatnya menyesal. Ketika semua penyesalannya telah datang, manusia ini tidak akan pernah bisa memperbaikinya. Dia tidak bisa memperbaikinya pada siapa yang telah membuatnya menyesal. Tetapi, ia dapat memperbaikinya untuk tidak mengulang kesalahan yang sama pada orang lain yang mungkin tidak akan menjadikannya menyesal. Ah! Tapi, seorang manusia ini untuk sekarang ini dia masih be...

Bukan curhat!

Ketika menulis ini, saya sedang berada di toilet, memikirkannya. Bukan hal-hal yang kotor untuk dipikirkan, kemudian menangis. Entah untuk apa saya menangis. Kepergian? Atau kepulangan kembali tapi tidak berujung menetap? Saya pikir, saya tidak akan lagi bisa menulis. Apapun itu cerita Saya, Anda, Dia, Kamu, Kamu, Kamu. Entah siapa yang saya maksud itu. Tapi sekarang saya menulis. Mungkin benar, tiap manusia mempunyai keresahan yang dapat disalurkan lewat tulisan. Seperti ini. Kau tahu? Saya disini, hanya berusaha untuk menang. Tidak lagi untuk kalah dan menyerah. Kau mungkin bertanya pada apa saya ingin menang? Sebuah ego dan gengsi. Iya, diri sendiri. Saya mempertahankan gengsi untuk tidak menghubunginya (lagi). Bertahan pada ego untuk tidak merindukannya (lagi). Untuk tidak memikirkannya (lagi) dan hanya berfokus untuk memikirkan diri sendiri. Tebak! Apa menurutmu saya sudah menjadi pemenang dengan melakukan itu? Kau salah, jika menjawab sudah! Kenyatannya saya hanya berpura-p...

Salah siapa?

Orang bilang salah satu hal yang paling percuma dilakukan manusia adalah "mencoba berlari dari kenangannya sendiri" . Salah dua hal nya menurut saya adalah. "Melepas kekasih disaat sedang sayang-sayangnya" . Melepas hanya karena kesalahpahaman. Percuma. Karena selebihnya akan ada hari dimana penyesalan selalu membuntuti dibelakang kita. Salah tiga hal nya menurut saya? Hmm... Entahlah. Karena salah satu dan salah dua nilainya adalah 9 dan 8. Kalau salah 3 bernilai 7. Salah negor orang itu malu sendiri jadinya. Salah masuk kelas itu jadi tengsin. Salah satu manusia yang perasaannya tidak dihargai dari hubungannya.... itu...... saya? Atau kamu? Atau dia? Atau kita? Kalian? Mereka? Salah satu manusia yang tetap bertahan meskipun....... iya. Anggap saja... Saya. Salah mengambil keputusan dan memilih langkah percuma di salah dua itu adalah tindakan bodoh..... menurut saya. Jadi jangan. Jangan jadi yang salah. Iya absurd emang. Biarin. Namanya juga manusia.    ...