Di penghujung tahun

Halo.
Selamat hari sabtu terakhir di tahun 2016.
Entah kenapa saya ingin menulis di penghujung tahun 2016 ini.
Tentang apa? Saya pun tidak tahu. Masih hal yang sama atau bagaimana (?)
Eh. Tapi kamu ingat di dua postingan sebelumnya, saya bilang saya sedang berusaha menang? Kamu tahu? Saya kalah.
Saya menghubunginya duluan. Saya fikir saya akan terus berlanjut dan senang dengan itu. Tapi nyatanya tidak. Setelah menghubunginya saya tahu saya hanya penasaran. Setelahnya? Saya biasa saja. Saya rindu? Iya! Saya tahu rindu itu hanya bisa dibayar dengan bertemu, dengan berbicara langsung atau tidak. Jelasnya, katakan! Tapi tidak saya katakan saat itu. Saya hanya menghubunginya.
Mungkin benar saya hanya penasaran. Sekarang? Saya tidak apa-apa. Baik-baik saja. Tentang perasaan? Mungkin sudah tidak ada. Mungkin. Saya tidak tahu. Tapi saya baik-baik saja, saya tidak akan merasa kehilangannya. Karena saya tahu selama dia masih ada di bumi saya tidak akan kehilangan dia. Itu yang saya katakan untuknya. Semoga kamu mengerti.
Dan iya saya kalah. Tapi saya tidak menyerah untuknya. Biar saja begini lebih baik. Sehat terus, jangan sakit! Kalau rindu katakan. Saya ada. Hihihi.

Ps: Postingan ini dan 2 postingan sebelumnya di tahun ini akan saya jadikan draft seminggu setelah ini saya publish. Terimakasih.

Update: 2 postingan sebelumnya di tahun 2016 sudah saya publish kembali hahaha. Btw, tulisan di judul ini aslinya dipublikasi pada 31/12/16, kemudian saya publikasikan kembali, biar apa? Biar saja. Lucu juga sih membaca ini kembali wkwk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semoga tidak kamu lagi

Hari penuh tawa

Gerimis kebahagian. (Cerpen)